Pengertian Garis Bujur dan Garis Lintang

Pengertian Garis Bujur dan Garis Lintang – Berikut Pengertian definisi apa itu Pengertian Garis Bujur dan Garis Lintang – Dalam ilmu Geografi kita mengenal istilah garis bujur dan garis lintang. Kedua garis tersebut merupakan garis khatulistiwa atau sebuah garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara 2 kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet. Garis khatulistiwa ini membagi Bumi menjadi 2 bagian, yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Garis khatulistiwa melintasi daratan atau wilayah perairan 14 negara. Dimulai dari garis bujur 0 derajat ke timur. Sementara itu, garis lintang ekuator adalah 0°. 

Di khatulistiwa, matahari berada tepat di atas kepala pada tengah hari dalam equinox, dan panjang siang hari adalah sama sepanjang tahun yaitu sekitar 12 jam. Antara equinox Maret dan September, latitud bagian utara Bumi menuju Matahari yang dikenal sebagai Tropik Cancer, yang merupakan bagian bumi paling utara di mana Matahari dapat berada tepat di atas kepala. Sedangkan bagian selatan Bumi terjadi antara equinox bulan September dan Maret yang dikenal sebagai Tropik Capricorn.

Bagian bumi yang dilewati garis khatulistiwa ini kebanyakan berupa samudera. Di Indonesia sendiri, garis khatulistiwa ini melintasi beberapa wilayah berikut:

Kepulauan Batu, Sumatra dan Kepulauan Lingga = 0°0’LU dan 98°12’BT

Selat Karimata = 0°0’LU dan 104°34’BT

Pulau Kalimantan = 0°0’LU dan 109°9’BT

Selat Makassar = 0°0’LU dan 117°30’BT

Pulau Sulawesi = 0°0’LU dan 119°40’BT

Teluk Tomini = 0°0’LU dan 120°5’BT

Laut Maluku = 0°0’LU dan 124°0’BT

Kayoa dan Kepulauan Halmahera = 0°0’LU dan 127°24’BT

Laut Halmahera = 0°0’LU dan 127°53’BT

Pulau Gebe = 0°0’LU dan 129°20’BT

Garis Bujur

Garis Bujur adalah garis maya yang ditarik dari kutub utara hingga ke kutub selatan atau sebaliknya. Garis ini membujur dan membagi bola bumi menjadi 2 bagian, yaitu bagian barat dan timur. Garis tersebut menghubungkan ke-2 kutub dan melewati kota Greenwich, Inggris. Jadi, garis bujur yang berada di sebelah barat Greenwich disebut Bujur Barat dan garis yang berada di sebelah timur Greenwich disebut Bujur Timur. Jarak kedua garis bujur itu dari Greenwich hingga pada batas 180º.

Pada jarak itu, Bujur Barat dan Bujur Timur kembali bertemu. Garis bujur inilah yang pada perkembangannya dijadikan sebagai patokan dalam menentukan waktu di berbagai belahan dunia. Sehingga sering kali pada setiap kapal terdapat 2 jam yang digunakan. Jam yang menunjukkan waktu berdasarkan waktu di kota Greenwich dan jam yang menunjukkan waktu lokal atau berdasarkan Matahari. Pengukuran garis bujur dalam derajat, menit dan detik, misalnya 5o10€™ 30€ B.

Garis bujur menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur atau barat Bumi dari sebuah garis utara-selatan yang disebut Meridian Utama. Berbeda dengan garis lintang yang memiliki ekuator sebagai posisi awal alami, maka tidak ada posisi awal alami untuk garis bujur. Oleh karena itu, sebuah dasar meridian harus dipilih, yaitu dengan mengadopsi meridian Greenwich sebagai Meridian utama universal atau titik nol bujur.

Jadi, garis bujur dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan perbedaan waktu di seluruh dunia. Setiap jarak 15° ke arah Bujur Barat maupun ke arah Bujur Timur menunjukkan selisih waktu 1 jam (60 menit). Hal ini didasarkan atas perhitungan bahwa dalam sehari semalam (selama 24 jam) Matahari mengelilingi Bumi sebesar 360° (di mana 360°/24 jam = 15°).

Garis Lintang

Garis lintang merupakan garis khayal vertikal yang digunakan untuk menentukan suatu lokasi di permukaan bumi dan berkedudukan paralel terhadap garis khatulistiwa atau garis lintang 0°. Bagian di sebelah atas (utara) dari garis khatulistiwa disebut garis Lintang Utara (LU) dan di sebelah bawah (selatan) dari garis khatulistiwa disebut garis Lintang Selatan (LS). Pengukurannya dalam derajat, menit dan detik serta ditulis dalam singkatan, misalnya 55o 53€™ 10€ U.

Garis Lintang menandakan perbedaan zona iklim di bumi. Daerah diantara garis Khatulistiwa yang diapit oleh garis CANCER dan garis CAPRICORN, yaitu antara 23,27°LU – 23,27°LS disebut daerah tropis, karena di sanalah sepanjang waktu matahari bersinar pada siang hari, di daerah ini hanya memiliki 2 musim, yaitu musim panas dan musim hujan. Sementara daerah antara 23,27°LU dan 66,33°LU serta antara 23,27°LS dan 66,33°LS disebut daerah subtropis, dimana di daerah tersebut memiliki 4 musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Jadi, garis lintang bermanfaat untuk menentukan perbedaan iklim atau pergantian musim.

*****

Kombinasi antara garis lintang dan garis bujur ini berguna untuk menentukan letak absolut suatu tempat, daerah, atau objek geografi tertentu. Garis Lintang menandakan sumbu x, dan garis bujur menandakan sumbu y dalam sistem koordinat cartesian. Sebagai contoh kota Sabang di pulau We berada pada koordinat 6°LU dan 95°BT, dan kota Merauke di Papua memiliki koordinat 11°LS dan 141°BT.

loading...

Pengertian Garis Bujur dan Garis Lintang

pengertian garis lintang dan garis bujur
Pengertian Garis Bujur dan Garis Lintang | admin | 4.5